BERBAGI
Foto | Humas KONI Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meluncurkan logo dan maskot Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII/2018, di Hotel The Pade, Jumat malam 9 Maret 2018

Bupati Mawardi Ali menyatakan peluncuran logo dan maskot tersebut, membuktikan Aceh Besar telah siap untuk menyelenggarakan PORA XIII, 18-25 November 2018.

Maskot PORA XIII, berupa gajah putih (peumeurah), dengan logo rencong khas Aceh Besar yang dipadu dengan lambang semangat olahraga.

Mawardi mengatakan kesiapan Aceh Besar menyelenggarakan multi even olahraga empat tahunan di Aceh ini, juga dibuktikan dengan telah dimulainya pembangunan venue (tempat bertanding) cabang olahraga sejak awal Maret 2018 di Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar.

Disebutkannya, venue-venue dibangun dalam satu komplek yang diberi nama Jantho Sport City (JSC). “Pelaksanaan PORA dipusatkan di Kota Jantho,” tegasnya.

Komplek JSC seluas sekitar 10 hektare akan memiliki venue bola voli, basket, takraw, voli pantai, tenis meja, panahan, cabang olahraga bela diri da stadion mini lapangan sepakbola.

Pada 2017 lalu, sudah selesai dibangun empat lapangan tenis dan lapangan futsal.

“Peluncuran maskot dan logo PORA serta kesiapan pembangunan venue tersebut, sekaligus menepis keraguan masyarakat Aceh Besar, tentang jadi-tidaknya pelaksanaan PORA,” ujarnya.

Sebanyak 4.584 atlet dari 29 cabang olahraga yang akan bertanding di PORA XIII. “Kita tuan rumah, juga menanggung konsumsi dan akomodasi semua peserta dari kabupaten/kota pada pesta olahraga Aceh nanti,” katanya.

Ia menjelaskan, biaya pembangunan venue sebesar Rp80 miliar dan untuk peralatan pertandingan, konsumsi dan akomodasi Rp20 miliar sehingga total Rp100 miliar, dananya bersumber dari APBA.

Mawardi menyatakan Aceh Besar ingin menjadi tuan rumah yang terbaik dari PORA sebelumnya. “Kita ingin sukses penyelenggara dan sukses prestasi. Target kita juara umum,” ungkapnya.

Kecuali itu, lanjutnya, dari pagelaran multi even olahraga ini, Aceh Besar ingin meraih sukses ekonomi. “Keinginan kita, kegiatan tersebut bisa meningkatkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

“Kita ingin juga mencapai sukses administrasi. Panita pelaksana saya minta bekerja sebaik-baiknya, sehingga selesai acara tidak muncul masalah yang berusasan dengan hukum di kemudian hari,” pintanya.

Setelah PORA, tambahnya, Aceh Besar tentunya memiliki venue-venue olahraga yang menjadi asset. “Kita berharap bangunan itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga. Tidak menjadi pajangan tiang-tiang dan bangunan kosong,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KONI Aceh, H. Muzakkir Manaf, berharap melalui PORA muncul atlet-atlet yang bisa meraih prestasi di tingkat nasional dan international. “Kita target peringkat 9 dan 10 di PON Papua,” sebutnya.

Katanya, kegiatan olahraga lebih dimajukan, karena sebagai suatu upaya menarik remaja berolahraga, sehingga terhindar dari Narkoba.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pusat (PP) PORA, T. Dahsya menampilkan visualisasi venue dan kesiapan tuan rumah. “Di Jantho juga dibangun wisma atlet,” sebutnya.

Katanya, PORA mempertandingkan 29 cabang olahraga. Di JSC dipertandingkan 25 cabang, dan 4 cabang yakni atletik di Stadion Harapan Bangsa, renang di kolam Tirta Raya,dayung di Sungai Lamnyong kawasan Banda Aceh, selam di Krueng Raya, Aceh Besar.

Sebutnya, cabang yang dipertandingkan di PORA merupakan yang terbanyak dari pekan olahraga Aceh sebelumnya, dan pertama kali menanggung konsumsi dan akomodasi.[antaranews.com]

TIDAK ADA KOMENTAR