BERBAGI

* Porwil Babel Berakhir

Pangkapinang – Kontingen Aceh berada di peringkat keenam dalam Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) IX di Bangka Belitung. Setelah bertarung mulai 9 hingga 21 November 2015, Tanah Rencong mengumpulkan 9 emas, 13 perak, dan 14 perunggu.

Dari jumlah medali, Tanah Rencong melewati perolehan ketikaPorwil di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2011 lalu. Ketika itu, Aceh mengoleksi 7 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Artinya diPorwil 2011 lalu, jumlah secara keseluruhan 14 medali. Sementara kini sebanyak 36 medali.

Meski menambah jumlah koleksi medali dalam pesta empat tahunan di Pulau Sumatera tersebut, posisi Aceh turun satu tingkat. Di Porwil 2011, Bumi Iskandar Muda berada di urutan kelima. Hanya saja saat itu, peserta Porwil berjumlah sembilan propinsi minus tuan rumah PON 2012, Riau. Di Porwil 2015 di Babel, jumlah peserta sebanyak 10 propinsi.

Bukan hanya itu, dalam perhelatan Porwil Batam, jumlah cabang yang dipertandingan sebanyak tujuh cabor. Perebutan medali pun sebanyak 76 emas, 76 perak, dan 88 perunggu. Sementara dalam Porwil Babel, terdapat 10 cabang olahraga. Di mana tiga cabang tambahan tercatat panjat tebing dengan 18 nomor, biliar, dan sepakbola.

Bahkan, medali pun bertambah 100 persen di mana menjadi 158 emas, 154 perak, dan 175 perunggu dalam perebutan medali di pergelaran Porwil Babel. Terlebih, untuk ajang kualifikasi Pra-PON ini, Aceh menjadi kontingen terkecil jumlah atletnya. Untuk 10 cabang itu, Tanah Rencong mengirimkan 88 atlet. Angka itu lebih baik Bengkulu dengan 93 atlet untuk mengikuti delapan cabang.

Dengan jumlah tersebut, sulit untuk bersaing dengan propinsi lain. Misalnya, tuan rumah Babel berkekuatan 200 lebih, Sumatera Barat (198), Riau (179), Sumsel (176), Sumut (167), dan Kepri berjumlah 159 atlet. Praktis, Aceh kesulitan dalam perburuan medali untuk cabang atletik, renang, dan panjat tebing yang menyediakan medali terbanyak.

Porwil Se-Sumatera di Kota Pangkalpinang, resmi ditutup Gubernur Bangka Belitung, tadi malam di Stadion Depati Amir. Penutupan ditandai dengan bunyi sirine dan pemadaman api Porwil.

Kemeriahan penutupan Porwil seakan menepis jawaban dari kegagalan Provinsi Bangka Belitung pada acara pembukaan sebelumnya, yaitu insiden mati lampu dan sound sistem yang tidak menyala.

Acara penutupan pada Sabtu malam kali ini membuat panitia penyelenggara dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung boleh berbangga karena setidaknya tidak ada peristiwa memalukan terjadi kembali pada penutupan kali ini.

Gubernur Rustam Efendi dalam sambutanya mengucapkan terima kasih atas pencapaian para atlit yang telah berjuang secara maksimal pada Porwil. “Sebagaimana saya sampaikan pada pembukaan ajang ini merupakan ajang silaturahim, sarana kekerabatan antar se Sumatera. Juara umum Rrovinsi Riau merupakan prestasi pertama dan Babel Ke-5. Saya selaku Gubernur saya ucapkan selamat untuk yang merah prestasi padaPorwil baru saja kita laksanakan,” kata Rustam.

Ditambahnya semoga prestasi yang diraih dapat dipertahankan dan di kembangkan untuk even lebih tinggi. “Kompetesi Porwilmerupakan sarana dan mencari bibit dan atlet kita prestasi ke depan even lebih tinggi dapat menjaga prestasi yang di perolehnya, yang belum meraih prestasi jangan lemah hati, resah atau merendah diri karena banyak even lain untuk mengejar ketinggalan,” ucap Rustam Effendi.

Kontingen Aceh menambah medali perak dan perunggu dari cabang catur Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Belitung, kemarin. Kedua medali itu berasal dari catur standar putra.

Ketua Pelatda KONI Aceh, H Bachtiar Hasan kepada Serambi mengakui, medali perak disumbangkan Muhammad Nasir, sementara perunggu jadi milik Marzuki Tarigan. “Dengan hasil ini, cabang catur menyumbang empat medali selama Porwil. Tentu saja menjadi prestasi bagi para pengurus Percasi,” katanya, kemarin.

Sebelumnya, catur lebih dulu merebut dua perunggu dari Musliadi di catur kilat, dan Marzuki Tarigan untuk catur cepat. Keberhasilan tersebut membuat M Nasir sukses bergelar Norma Master (MN) karena mengumpulkan enam poin. Demikian juga dengan Marzuki Tarigan yang meraih MN usai mengoleksi tujuh poin.

Pada kesempatan itu, Bachtiar menyebutkan, rombongan Tanah Rencong akan kembali ke Aceh, hari ini. Mereka akan menempuh perjalanan Pangkalpinang ke Jakarta. Setelah itu, mereka berangkat dari Jakarta ke Aceh. “Insya Allah, kita akan tiba pada malam hari,” demikian Ketua Pelatda KONI Aceh.

Propinsi Bengkulu akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Tahun 2019. Pemilihan itu merupakan keputusan seluruh pengurus KONI Sumatera di Pangkalpinang.

Seperti diketahui, Porwil edisi pertama digelar di Sumatera Barat 1984. Selanjutnya, Riau (1988), Sumatera Selatan (1992), Aceh (1996), Jambi (1999), Lampung (2003), Sumatera Utara (2007), Kepulauan Riau (Kepri) pada Tahun 2011, dan terakhir Propinsi Bangka Belitung. Sehingga, hanya Bengkulu saja yang belum jadi tuan rumah even empat tahunan itu.

Dalam rapat itu, pimpinan KONI Sumatera meminta supaya Bengkulu dapat melakukan penambahan cabang olahraga. Misalnya, ketika di Kepri, ada tujuh cabang yang dipertandingkan. Sementara di Babel, ada penambahan tiga cabang yakni sepakbola, panjat tebing, serta biliar.[Serambi Indonesia]

TIDAK ADA KOMENTAR