BERBAGI

Banda Aceh – H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem kembali terpilih sebagai Ketua Umum KONI Aceh masa bakti 2018-2022 setelah dilakukannya sidang pleno Musyawarah olahraga provinsi (Musorprov) XII tahun 2018 di Banda Aceh, dimulai sejak 21 hingga 22 Desember 2018. Mualem terpilih secara aklamasi disebabkan hanya satu calon Ketua Umum yang mendaftar.

Musorprov diikuti peserta dari 23 KONI kabupaten/kota serta 53 Pengprov cabang olahraga anggota KONI Aceh. Tanpa ada “lawan tanding” pimpinan sidang pleno dengan mulus menetapkan Mualem untuk kembali memegang kendali organisasi induk cabang olahraga tersebut.

Sesuai tatacara dan prosedur pemilihan Ketua Umum KONI Aceh, apabila calon Ketua Umum hanya satu orang, maka calon tersebut ditetapkan dan disahkan sebagai Ketua Umum KONI Aceh masa bakti 2018-2022 secara aklamasi.

“Keputusan Musorprov XII tahun 2018 KONI Aceh, Nomor VI/MUSORPROV-12/KONI Aceh/2018 tentang penunjukan saudara H. Muzakir Manaf sebagai Ketua Umum KONI Aceh masa bakti 2018-2022, sekaligus sebagai ketua formatur penyusunan kepengurusan pimpinan KONI Aceh,” sebut Dahlan SIP membacakan hasil sidang pleno.

Sidang pleno tersebut diketuai oleh T. Rayuan Sukma (perwakilan Pengprov PABSI), Sekretaris Dahlan SIP (perwakilan Pengprov Muaythai), Wakil Ketua Ahyar (Perwakilan Pengprov Perkemi), Safrizal (perwakilan KONI Aceh Jaya) dan Ardianto SE (perwakilan KONI Subulussalam.

“Kedua, kepada Ketua Umum KONI Aceh terpilih sekaligus sebagai Ketua Formatur diberikan tugas untuk menyusun kepengurusan selambat-lambatnya 30 hari setelah ditetapkan keputusan ini,” sebut Dahlan.

Sementara, Ketua Umum KONI Aceh terpilih dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih tak terhingga atas kepercayaan yang diberikan oleh KONI kabupaten/kota dan Pengprov cabang olahraga untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum KONI Aceh.

“(tanggungjawab) KONI ke masa hadapan ada di pundak kita bersama, yaitu Pengprov dan KONI kabupten/kota. Muda-mudahan KONI Aceh ke masa hadapan bisa lebih maju seperti yang kita harapkan. Kalau kita lihat dalam beberapa tahun ini, prestasi KONI Aceh semakin meroket, ini berkat kerjasama kita semua. Mudah-mudahan ke depan lebih kompak lagi,” kata Mualem.

Ke depan, sebut Mualem, ada pekerjaan berat yang telah menanti, yaitu PON Papua tahun 2020. Sebagai Ketua Umum KONI Aceh, ia menyebutkan, pihaknya akan mengusahakan peningkatan rangkin pada PON Papua nanti.

“Yang paling penting lagi jika ada umur panjang, kita harus dapat menyukseskan pelaksanaan Tuan Rumah PON XXI tahun 2024. Ini adalah catatan sejarah yang telah raih bersama-sama. Saya yakin apa yang kita harapkan akan terkabul dengan jroeh,” kata Mualem.

Selain itu Mualem juga menyampaikan, ke depan KONI Aceh akan mengupayakan agar atlet-atlet yang akan membela Aceh di ajang nasional maupun internasional adalah murni putra-putri terbaik asal Aceh.

“Kita berdayakan putra-putri Aceh sebagai prioritas. Ini itikad kita. Saya yakin di kabupaten/kota ada banyak potensi atlet-atlet berprestasi. Saat menyerahkan bonus kemarin, saya lihat mereka masih muda dan bersemangat. Masih bisa dibina untuk jangka panjang,” kata Mualem.

“Terimakasih kepada semua KONI kabupaten/kota dan Pengprov cabang olahraga. Saya yakin dan percaya, KONI Aceh masa hadapan akan lebih gemilang.”

Selain menetapkan H. Muzakir Manaf sebagai Ketua Umum KONI Aceh 2018-2022 sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur, sidang pleno Musoprov XII tahun 2018 juga menetapkan dua orang anggota tim formatur, yaitu M. Nasir Syamaun, MPA selaku perwakilan Pengprov, dan Firman Dandi dari perwakilan KONI kabupaten/kota.[]

TIDAK ADA KOMENTAR