BERBAGI

Banda Aceh – KONI Aceh menjajaki kerjasama peningkatan prestasi olahraga dengan Pemerintah Korea Selatan. Kerjasama di bidang olahraga ditandai dengan kunjungan langsung KONI Aceh dan KONI Sumut ke Negeri Ginseng tersebut. Sejak 27 Oktober lalu, pengurus KONI Aceh dan Sumut melalukan lawatan ke Korsel yang difasilitasi oleh Ketum KONI Pusat, Tono Suratman.

Delegasi Aceh dipimpin langsung oleh Ketum KONI Aceh, H Muzakir Manaf, didampingi Ketua Harian, H Kamaruddin Abubakar, Sekum M Nasir Syamaun MPA, dan Bendahara Kennedi Husein. Dari KONI Sumut hadir langsung Jhon Ismady Lubis selaku Ketua Umum.

“Kunjungan ini dalam rangka menjajaki rencana pengiriman atlet dari beberapa cabor yang akan dipersiapkan untuk PON Papua tahun 2020, dan PON Aceh-Sumut tahun 2024,” kata Mualem– sapaan akrab Muzakir Manaf–, petang kemarin.

Sekum KONI Aceh, M Nasir Syamaun MPA menjelaskan, rangkaian kunjungan tersebut antaralain dimulai dengan mengunjungi Main Stadium Incheon. Stadion ini merupakan tempat pembukaan Asian Games 2018 dan tempat pertandingan Cabor atletik. Selain itu juga mengunjungi beberapa fasilitas olahraga olahraga yang pernah dipakain untuk ajang Asian Games 2014.

“Di Incheon kita didampingi oleh Ketua Komite Olahraga setempat, serta Walikota Incheon,” kata M. Nasir sambil menambahkan bahwa Walikota Incheon mengatakan bahwa pihaknya membuka kesempatan selebar-lebarnya mengenai rencana kerjasama di bidang olahraga.

Lawatan kemudian dilanjutkan ke Provinsi Busan yang disambut langsung Gubernur Chungcheonbuk-do, Mr Lee Si Jung selaku presiden World Martialt Art Mastership Commite. Di Busan, rombongan mengunjungi beberapa sarana dan prasarana olahraga yang pernah dipakai saat ajang Asian Games 2002.

Pada pertemuan terakhir, rombongan melakukan pertemuan langsung dengan Yongtae Kim selaku Vice President Korean Sport Oranising commite yang merupakan organisasi induk olahraga Korea Selatan.

Ketua Harian KONI Aceh, H Kamaruddin Abubakar mengatakan, dipilihnya Korsel sebagai negara untuk menjalin kerjasama di bidang olahraga dikarenakan Negeri Ginseng tersebut merupakan salah satu raksasa olahraga di Asia. “Mudah-mudahan dengan kerjasama ini akan membawa perubahan ke arah peningkatan prestasi olahraga Aceh,” pungkas Abu Razak.[]

TIDAK ADA KOMENTAR