BERBAGI

Banda Aceh – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat), Letjen (Purn) M Alfan Baharudin mengharapkan kepada pengurus baru Kodrat Aceh periode 2017-2021 supaya dapat melanjutkan tradisi medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON). Karena, Kodrat Aceh menyumbang 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu dalam PON XIX 2016 Jawa Barat.

“Tradisi medali emas sudah dituntaskan oleh Pak Nuzuli dkk (ketua umum Pengprov Kodrat Aceh demisioner-red) selama ini. Untuk pengurus yang baru supaya melanjutkan apa yang sudah ditorehkan Pak Nuzuli. Lanjutkan meraih medali emas dalam PON dan berbagai even lainnya,” harap Letjen (Purn) M Alfan Baharudin dalam Pelantikan Kodrat Aceh periode 2017-2021 dan Syukuran Milad XIV Tarung Derajat Aceh 2017 di Hotel Hermes Palace, Senin (16/1) malam.

M Alfan juga menyampaikan rasa hormat dan rasa bangga kepada Nuzuli MS karena bersedia menjadi pengurus untuk membantu ketua baru Kodrat Aceh. Kepada pengurus yang baru dilantik supaya melanjutkan perjuangan yang sudah dilakukan pengurus lama. Ia menekankan tidak ada cerita untuk tak menorehkan emas di even-even dimana cabang olahraga tarung derajat dipertarungkan. Karena potensi yang dimiliki anak-anak muda Aceh luar biasa. “Kembangkan itu mulai dari sekolah SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Satlat-satlat yang ada saat ini supaya dikembangkan lagi, kualitas pelatih ditingkatkan,” harapnya.

Petarung di Aceh, kata M Alfan, sudah sangat ditakuti bahkan oleh provinsi Jawa Barat. Hal itu berdasarkan bisik-bisik dirinya dengan sang guru AA Boxer. Jawa Barat berkata Kahiji pada PON yang lalu dan sangat ambisius untuk mengambil delapan medali emas. Tapi tidak terwujud dan dua medali emas direbut Aceh termasuk satu oleh Kandar Hasan. “Mana Kandar Hasan, nah ini petarung Aceh. Walaupun dia sudah pecah pelipis sebelah kirinya saat dibimbing oleh Pelatih Yanyan. Saya bilang kau rimeung Aceh, hantam lawan kau itu. Dihantam oleh dia dan dia menang. Saya bilang kau ini rimeung. Tau rimeung, itu harimau,” kata M Alfan yang mengisahkan saat final PON 2016 antara Kandar Hasan melawan Murdani dari NTT. Cerita itu disambut tepuk tangan dan gelak tawa hadirin.

Ketua Umum PB Kodrat juga mengingatkan pengurus baru bahwa potensi petarung Aceh sangat luar biasa. Jangan berhenti di sekitar Aceh, tapi getarkan Nusantara ini oleh anak-anak Aceh, bahkan hingga ke Asia Tenggara. Ia percaya kepada Mohd Alfatah bisa melanjutkan prestasi yang sudah ada selama ini. “Selamat berjuang, seperti saya sampaikan saat penyerahan pataka tadi, kibarkan terus bendera kejayaan tarung derajat di tanah Nanggroe Aceh Darussalam ini dan getarkan seluruh nusantara oleh kehebatan petarung Aceh. Sekali lagi selamat bertugas, selamat berjuang, saya yakin tarung derajat akan terus tumbuh dan berkembang di Tanah Rencong ini,” ujar M Alfan Baharudin.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekda Aceh, Dermawan, Sang Guru Tarung Derajat, Achmad Dradjat, Sekjen PB Kodrat Ridi Djajakusuma, Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar, Anggota DPRA, Purek III Unsyiah, Alfiansyah Yulianur, Kadispora Aceh Asnawi, Kanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh, pengurus olahraga, pelatih, petarung dan keluarganya.

Ini merupakan suatu amanah sekaligus tanggung jawab yang sangat berat yang harus kami pikul. Karena apa yang sudah dicapai selama ini supaya kedepan dapat kami pertahankan. Makanya saya berharap doa dan dukungan semua pihak, kita akan mencoba untuk meningkat lebih baik lagi di masa yang akan datang. Memimpin sebuah organisasi yang saat ini berprestasi merupakan suatu kebanggaan. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkannya. Petarung

Aceh pada PON XIX 2017 di Jawa Barat telah menyumbang medali 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sehingga menjadi cabang olahraga peraih medali terbanyak bagi kontingen Aceh. Prestasi yang ditoreh putra-putri Aceh ini tidak terlepas dari jasa kepemiminan pengurus sebelumnya. Kita harapkan dalam PON XX 2020 di Papua dapat melanjutkan tradisi medali emas. Mari sama-sama membangun cabang olahraga ini supaya bisa berprestasi kedepan.[serambinews.com]

TIDAK ADA KOMENTAR