BERBAGI

Bireuen –  Muzakkir Zulkifli resmi dilantik sebagai Ketua Umum (Ketum) Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bireuen periode 2015-2019, pada Rabu, 21 Mei 2015 di Aula Sekdakab Bireuen. Bersama sejumlah pengurus KONI Kabupaten Bireuen lainnya, pengukuhan Muzakkir dilakukan langsung oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak. Hadir pada acara pelantikan tersebut antaralain, Bupati Bireuen Ruslan dan Rektor Universitas Al Muslim Bireuen, Dr. Saifullah Sag, Mpd.

Muzakkir dalam sambutannya usai seremoni pelantikan mengatakan, saat ini KONI Kabupaten Bireuen menaungi dan membina 30 cabang olah raga prestasi. Salah satu yang akan dilakukan kepengerusan KONI Kabupaten yang baru adalah menyusun blue print olah raga sehingga target-target peningkatan prestasi olah raga ke depan dapat dicapai. “Pembinaan olah raga harus didukung dengan manajemen yang baik,” kata Muzakkir.

Selain itu, untuk dapat mencapai target peningkatan prestasi olah raga, Muzakkir mengatakan pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak, terutama dari Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Sementara itu Bupati Bireuen RuslanM DaudDSC_0692 mengatakan bahwa saat ini, seiring berkembangnya zaman, olah raga juga telah digunakan sebagai alat untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Karena itu, dengan kata lain, KONI Kabupaten Bireueun harus berperan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa, khususnya untuk Kabupaten Bireuen.

“Sesegera mungkin KONI (harus) dapat menyusun program kerjanya,” kata Ruslan.

Ruslan juga meminta kepada KONI Bireuen untuk menginformasikan segala kegiatan yang dilakukan, sehingga pemerintah  dan masyarakat dapat memantau kinerja KONI Bireuen. “Kepada seluruh atlet, pelatih dan pengurus KONI harus melakukan evaluasi kelemahan-kelemahan yang ada, dan membangun komunikasi yang baik dengan Pengcab-pengcab di seluruh Kabupaten Bireuen.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak. Ia mengharapkan agar pengurus KONI Bireuen yang baru dapat bekera kompak dan membangun kerjasama yang baik dengan cabang-cabang olah raga yang ada di Bireuen. “Hal ini harus menjadi prioritas KONI Bireuen ke depan,” kata Abu Razak.

Tanggung jawab yang paling besar yang dihadapi KONI Aceh ke depan adalah menghadapi PON XIX 2016 mendatang. Itu artinya juga menjadi tanggung jawab besar KONI Kabupaten Bireuen untuk meningkatkan prestasi Aceh.

Dalam pembinaan prestasi olah raga, kata Abu Razak, sejak dini perlu dilakukan langkah-langkah strategis, dan semua itu harus didukung oleh pendanaan yang baik. Karena itu, secara khusus kepada bupati dan DPRK Bireuen, Abu Razak menegaskan agar memberikan dukungan yang serius terhadap pembinaan olah raga yang nantinya akan dilakukan KONI Bireuen, dengan menjamin ketersediaan anggaran yang mencukupi dengan tetap memperhatikan aturan yang ada.

“Kecukupan anggaran itu akan menjamin seluruh proses pembinaan (olah raga).”[]

TIDAK ADA KOMENTAR