BERBAGI

Banda Aceh – KONI Aceh akan menerapkan sistem promosi-degradasi dalam pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Tahun 2017. Program ini dikhususkan untuk para peraih medali emas dalam PON Jawa Barat, Oktober 2016 lalu.

“Program baru ini akan dibahas oleh bidang pembinaan prestasi, litbang, serta monitoring dan evaluasi. Mudah-mudahan, setelah dibahas, Pelatda dengan sistem tersebut bisa kita laksanakan,” ungkap Ketua Umum KONI Aceh, H Muzakir Manaf melalui Sekum KONI, M Nasir MAP, kemarin.

Pun begitu, Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf mengakui, kalau Pelatda nantinya akan digelar dengan desentralisasi. Dimana para atlet tetap kontinyu berlatih di daerah asal masing-masing. “Hal perlu diketahui, dalam Pelatda ini mereka tetap mendapatkan uang saku dan poding,” tegasnya.

Ia menambahkan, kalau Pelatda tersebut dikhususkan untuk mereka peraih medali emas, perak, dan perunggu dalam PON Jabar. Karena, pihaknya menginginkan supaya atlet potensial itu terus berlatih. Selain itu, latihan jangka panjang sebagai bagian persiapan KONI Aceh untuk menghadapi PON 2020 di Papua.

Namun, selama menjalani Pelatda, para atlet peraih medali di PON tetap dilakukan evaluasi secara menyeluruh. “Bila prestasi atlet mengalami penurunan, maka KONI siap mendegradasikan mereka dari Pelatda. Itu kita lakukan tanpa pilih kasih. Karena, kita ingin atlet Aceh selalu berlatih dan berkompetisi,” kata Mualem.

Pada kesempatan itu, Ketua KONI mengakui, kalau pihaknya memberi kesempatan bagi cabang olahraga non medali pada PON, untuk masuk Pelatda. Syaratnya, atlet tersebut harus berprestasi di Kejurnas ataupun level nasional.[serambinews.com]

TIDAK ADA KOMENTAR