BERBAGI
Ketua Umum KONI Aceh H. Muzakir Manaf saat memberi sambutan sebelum membuka secara resmi PORA XIII/2018 Aceh Besar. Foto | Qahar Muzakar/Humas KONI Aceh

Kota Jantho – Pembukaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII Aceh Besar berlangsung meriah di Stadion Mini Komplek Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho, Senin malam 19 November 2018.

Kemeriahan terlihat berbagai atraksi yang ditampilkan di awal open ceremony. Diantaranya menampilkan tarian kolosal dengan 650 penari Gurangsang, defile kontingen, pesta kembang api yang menerangi langit JSC yang ditutup dengan penampilan beberapa tembang hit artis nasional, Cakra Khan.

PORA XIII 2018 dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT ditandai dengan pemukulan rapa-i, dan menyalakan obor PORA oleh srikandi anggar Aceh era 1980-an, Ema Susana Madjaji yang pernah meraih medali emas di PON dan Asian Games.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan tropi juara umum PORA 2014 dari Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman kepada Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf. Selanjutnya Muzakir Manaf menyerahkan kepada Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali selaku penyelenggara untuk diperebutkan kembali dalam PORA XIII Tahun 2018.

Plt Gubernur Aceh dalam sambutannya menyampaikan, even olahraga empat tahunan diharapkan lahir atlet terbaik dan menjadi sarana untuk menilai hasil pembinaan yang dilakukan di masing-masing daerah. “Atlet berprestasi itu tidak muncul secara tiba-tiba. Ia hanya lahir dari proses latihan yang berkesinambungan dan kompetisi yang ketat.

Karena itu, jika ingin menjadi atlet berprestasi, latihan dan kompetisi harus diperbanyak,” katanya. Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf mengatakan, PORA merupakan puncak pembinaan olahraga Aceh yang dilaksanakan empat tahun sekali. Pada tahun 2018 Kabupaten Aceh Besar dipercayakan sebagai tempat pelaksanaan PORA XIII. Para atlet yang mengikuti PORA ini telah didahului oleh pelaksanaan Pra-PORA tahun 2017 yang dilaksanakan oleh KONI Aceh bersama Pengprov.

Sementara Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, mengatakan PORA XIII diikuti oleh 5.762 yang terdiri dari 1.445 official, 230 pimpinan kontingen dan 4.087 atlet dari 23 kabupaten/kota se Aceh. “Mereka akan bertanding pada 29 cabang olahraga yang dipusatkan di Kota Jantho, dan kawasan lainnya di Aceh Besar serta beberapa cabor di Kota Banda Aceh,” ungkapnya.

Menurut Mawardi, sebagai tuan rumah Pemkab serta seluruh panitia penyelenggara sangat menyambut dan menyiapkan even ini dengan sebaik-baiknya tentu dengan harapan seiring dengan prestasi olahraga untuk suksesnya PORA. “Kami panitia juga menyediakan konsumsi, akomodasi, dan waifi gratis dengan harapan ini menjadi pelayanan terbaik untuk peserta PORA,” ujarnya.

Mawardi menambahkan, PORA XIII tahun 2018 di Kota Jantho mengangkat tema Spirit of Aceh atau Gurangsang di bumo Iskandar Muda, yang tampilkan dalam tarian kolosal Gurangsang sebagai simbol membangkitkan semangat PORA tahun 2018 menuju PON XX tahun 2020 di Papua.
Tarian kolosal Gurangsang membuat ribuan penonton terpesona dan kagum. Tarian gurangsang adalah sebuah karya dan ide yang menunjukkan semangat pantang menyerah dalam berjuang hingga mencapai puncak kesuksesan.

Tarian gurangsang dikolaborasikan dengan berbagai tarian, pertunjukan dan atraksi seni bela diri memberikan pesan penting untuk terus gelorakan semangat bertanding tapi tetap bersanding pada PORA XIII di Tanah Raja Bumi Iskandar Muda. Gurangsang ditampilkan sebagai ide untuk meraih prestasi menjadi nomor satu, merupakan kekuatan mutlak.[serambinews.com]

 

TIDAK ADA KOMENTAR