BERBAGI

Jantho – Turnamen Sepakbola Piala KONI Aceh Besar II Tahun 2017 mulai bergulir petang nanti, di Lapangan Cot Sibati. Tarung pembuka mempertemukan tuan rumah Baitussalam dengan Krueng Barona Jaya pada Grup C.

“Turnamen ini merupakan ajang seleksi untuk pemain Aceh Besar dalam menghadapi Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2018. Selaku tuan rumah, kita ingin mempersiapkan tim lebih cepat. Sebab, kita berusaha mendulang emas dari cabang bergengsi ini,” ungkap Ketua Umum KONI Aceh Besar, Saifuddin Yahya dalam konferensi pers di Kantor KONI Lambaro, sore kemarin.

Menurut Pak Cik–sapaan akrab Saifuddin Yahya–, dengan digelarnya turnamen tentu menjadi kesempatan bagi talenta terbaik supaya bisa terpilih. Sehingga, mereka memiliki peluang untuk membela tim Aceh Besar dalam PORA tahun depan. Untuk itulah, selepas turnamen Piala KONI ini, hendaknya PSSI segera membentuk tim yang solid.

Khusus untuk pelaksanaan PORA, Pak Cik secara terbuka menyatakan, pihaknya memasang target sukses ganda. Ialah sukses penyelenggara dalam pesta empat tahunan tersebut. Kemudian, sukses prestasi di mana Aceh Besar akan berusaha keras untuk merebut juara umum PORA tahun depan.

Ketua Askab PSSI Aceh Besar, Zulkiram HS Basri menyebutkan, kalau pihaknya selama berlangsunya turnamen itu akan menurunkan pemandu bakat. Di mana, tim tersebut akan memantau pemain berkualitas dan potensial untuk direkrut. Kemudian, dari jumlah itu nantinya akan kembali mengikuti seleksi supaya bisa dipilih menjadi pemain inti PORA.

Dalam Piala KONI edisi kedua, lanjut Zulkiram, pihaknya menerapkan sejumlah syarat. Di mana pemain yang akan tampil harus berusia 19 tahun. Yakni kelahiran 1 Januari 1997 dengan KTP Aceh Besar serta dibuktikan Kartu Keluarga (KK), dan akte kelahiran. Kemudian, para pemain harus mengikuti screening test.

Ketua PSSI Aceh Besar menambahkan, ajang tersebut merupakan awal persiapan pihaknya menghadapi PORA tahun depan. Terlebih, mereka sangat mengharapkan puncak dari prestasi sepakbola kabupaten itu bisa merebut medali emas dalam even empat tahunan itu. “Kita tak mau main-main dalam persiapan kali ini. Ya, Aceh Besar memasang target tinggi dalam PORA dengan meraih emas,” kata anggota DPRK itu.

Turnamen berhadiah Rp 38 juta itu akan bergulir di empat lapangan.

Untuk Grup A di Lapangan Kota Jantho akan bergabung Kecamatan Kuta Cot Glie, Seulimuem, Indrapuri, Lembah Seulawah, serta tuan rumah Jantho.

Di Lapangan Kuta Malaka akan tersaji persaingan saat juara bertahan Kecamatan Montasik harus adu kekuatan di Grup B. Mereka berkumpul

dengan Suka Makmur, Darul Kamal, Simpang Tiga, Blang Bintang, dan tuan rumah. Khusus Kuta Malaka, mereka baru saja tampil sebagai Piala Bupati Aceh Besar 2016 setelah mengalahkan Kuta Baro, 1-0.

Sedangkan Grup C di Lapangan Cot Sibati diikuti tim dari Kecamatan Darussalam, Kuta Baro, Krueng Barona Jaya, Ingin Jaya, dan tuan rumah Baitussalam. Pertandingan Grup D akan dihelat di Lapangan Black Star Lamlhom yang meliputi tim Kecamatan Darul Imarah, Pulo Aceh, Peukan Bada, Lhoong, dan tuan rumah Lhoknga.

Dari empat grup di babak penyisihan, maka juara dan runner-up tiap pool dipastikan lolos ke delapan besar. Kemudian, mereka kembali dilakukan drawing untuk memastikan siapa lawan di perempatfinal.

Dengan demikian, persaingan setiap tim akan terjaga hingga babak semifinal, dan final.[serambinews.com]

TIDAK ADA KOMENTAR